Saturday, June 11, 2005

Bertepuk sebelah tangan - 2nd espisode

When heart speaksÂ…. (bila hati berbicaraÂ…)

U**, engkaulah lilin dalam hidup ku,

terang bila kau berada,

gelap bila kau tiada.

Lupakan semua cela yang ada padaku.

Kaburkan pandangmu dari semua cacat yang melekat di diriku.

Bukalah hatimu untuk ku.

Aku berjaji membuat mu penuh tawa.

Ini anugerah. Membiarkan anganku terus menulis apapun tengtangmu.

Terbata dalam cakap

dan tertatih dalam jejak.

Aku tak ingin lari. Aku terlanjur mencintaimu.

Rindu yang kupelihara, lahir untuk kamu tanpa rekayasa.

Semua terjadi begitu saja.

wajah mu yang imut membuat ku kangen tak terkira.

Ijinkan aku mencintaimu sekali saja,

tapi untuk selamanya kita hidup dalam satu hati.

Zahir batin ku hanya untuk mu,

Tidak akan ku rusak zahir batin mu akibat ku.

Kangen itu tak mau pergi.

Mengapung dan tercetak di kepala jadi batu mati.

Menggurat namamu untuk satu hatiku.

Yang ku minta hanya keizinan mu,

Yang ku harap hanya keikhlasan mu.

Nan menjejak tegas mengukir mimpi.

Mimpi jadi kekasihmu.

Aku telah jatuh cinta saat pertama kali kita bertemu.

Apabila kau tersenyum, kau telah mengobati rindu ku,

Senyuman mu bagaikan bidadari di syurga,

bidadari yang penuh dengan kasih sayang.

Rasa penantian yang melelahkan ini tak pernah kusesali.

Biarlah cinta yang menjawabnya untukku,

Untuk kebahagiaan mu. Demimu, aku rela.

Entah mengapa saat ini,

yang aku tahu, aku mencintaimu.

Itu yang kurasakan.

Apa lagi yang bisa membedekan makna cinta kecuali rasa.

Sudah terlalu lama kesunyian dan kesepian mencengkam tawaku.

Aku butuh kamu ‘tuk menuntaskannya.

Aku kangen!

Wajah mu yang imut,

tidak akan ku lupakan di fikiranku.

Suara mu yang merdu,

tidak akan ku hilangkan dalam jiwaku.

Aku ingin mengakhiri gelisah dan kesendirian ini secepatnya.

Hadirlah sejenak saja.

Aku terlalu lelah menantimu.

Meski hanya sekejap bayang, aku rela.

Rindu tetaplah sebuah rindu. Tak akan berubah maknanya.

meski tak terungkapkan lewat kata-kata.

Tapi hati tahu ke mana akan membawanya.

Yang pasti, kepadamu jua.

Inilah janji-janji ku,

aku berjanji untuk

menepati janji-janji ku.

To be continue 3rd espisod.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Time 3.45am 9 june 2005 (uli rizky nareswari / iswandiarjo)

Posted by andy at 13:28:02
Comments

2 Responses to “Bertepuk sebelah tangan - 2nd espisode”

  1. You are really talented on writting article,i will come as soon as you update blog.

  2. particularly good at. Great news, nonetheless.

Leave a Reply